DPD: Tragedi Al Khoziny Sidoarjo Harus Jadi Cermin bagi Pengelola Pesantren
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik. (FOTO: Antara/Zuhdiar Laeis)

DPD: Tragedi Al Khoziny Sidoarjo Harus Jadi Cermin bagi Pengelola Pesantren

Abdul Kholik, anggota DPD RI, menekankan pentingnya introspeksi dan standar pembangunan bagi pengelola pesantren pasca-tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang merenggut nyawa puluhan santri.

TIMES Semarang,Rabu 8 Oktober 2025, 23:47 WIB
884
A
Antara

SEMARANGAnggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Kholik mengingatkan bahwa kejadian bangunan runtuh di Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi refleksi, terutama bagi pengelola pesantren.

"Kami prihatin dengan tragedi yang terjadi di Sidoarjo," katanya, saat dikonfirmasi di Semarang, Rabu (8/10/2025), menanggapi tragedi bangunan runtuh di ponpes di Sidoarjo yang menewaskan puluhan santri.

Menurut dia, para pengelola pesantren bisa menjadikan tragedi tersebut sebagai refleksi dan melakukan evaluasi risiko-risiko yang berpotensi terjadi terkait bangunan dan gedung.

"Ke depan kalau akan membangun itu tentu harus dengan standar dan proses perizinan supaya bisa dikontrol kualitasnya," kata senator asal Jawa Tengah itu.

Sekali lagi, ia menyampaikan keprihatinannya dan mengucapkan duka cita yang mendalam atas tragedi memilukan tersebut.

"Sekali lagi, kami ikut prihatin dan berduka, dan mendoakan supaya para santri yang kemarin menjadi korban bisa mendapatkan tempat terbaik," katanya.

Kholik juga mengapresiasi rencana Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang akan membangunkan kembali bangunan di Ponpes Al Khoziny yang runtuh.

"Saya mendengar dari Kementerian PU akan membangunkan kembali, ini tentu menjadi sebuah kebijakan yang sangat afirmatif dan sangat responsif bagus untuk mendukung pesantren," katanya.

Sebelumnya, salah satu bangunan di Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jatim, ambruk, Senin (29/9/2025) menimbun ratusan santri yang sedang menunaikan shalat Ashar.

Kepolisian mencatat total korban sebanyak 171 orang, terdiri atas 67 kantong jenazah, 34 di antaranya telah teridentifikasi dan 104 korban selamat yang kini dalam pemulihan.

Selain itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur juga telah memeriksa setidaknya 17 saksi terkait penyelidikan kasus robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Semarang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.