Eddy Soeparno Dorong Anak Muda Dukung Peran Indonesia di Panggung Global Hadapi Krisis Iklim
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, dalam kegiatan simulasi Model United Nations (MUN) yang digelar Rumah Kebangsaan Arifin Panigoro. (Foto: MPR RI)

Eddy Soeparno Dorong Anak Muda Dukung Peran Indonesia di Panggung Global Hadapi Krisis Iklim

Eddy Soeparno menekankan pentingnya Indonesia mengambil peran kepemimpinan global untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Menurutnya, transisi energi dan pembangunan hijau harus tetap mempertimbangkan prinsip keadilan bagi negara-negara berkembang.

TIMES Semarang,Senin 8 September 2025, 13:36 WIB
464.9K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAWakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, memberikan pembekalan kepada 60 delegasi terpilih dari seluruh Indonesia dalam kegiatan simulasi Model United Nations (MUN) yang digelar Rumah Kebangsaan Arifin Panigoro. Para delegasi ini akan berpartisipasi dalam simulasi sidang PBB maupun konferensi internasional seperti Conference of Parties (COP).

Dalam paparannya, Eddy menekankan pentingnya Indonesia mengambil peran kepemimpinan global untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Menurutnya, transisi energi dan pembangunan hijau harus tetap mempertimbangkan prinsip keadilan bagi negara-negara berkembang.

“Indonesia bisa menjadi jembatan antara negara-negara timur dan barat untuk membangun aksi kolektif menghadapi tantangan global, mulai dari kemiskinan, terorisme, hingga krisis iklim,” ujarnya.

Peluang Indonesia Jadi Pemimpin Inisiatif Iklim

Doktor Ilmu Politik lulusan UI ini menilai, peluang Indonesia menjadi climate leader sangat terbuka. Hal ini tak lepas dari penerimaan positif dunia internasional terhadap Presiden Prabowo Subianto yang aktif hadir dalam berbagai forum global.

“Diplomasi Presiden Prabowo membuat posisi Indonesia semakin diperhitungkan, baik di lingkaran BRICS maupun G20,” kata Eddy.

Karena itu, ia mengajak generasi muda, khususnya para calon diplomat, untuk mendukung peran Indonesia dalam memimpin inisiatif global mencegah dampak perubahan iklim.

Selain mendorong dukungan diplomasi, Eddy juga menekankan pentingnya aksi nyata menghadapi krisis iklim. Ia mengingatkan, kenaikan suhu global sebesar 1,5–2 derajat celcius bisa membawa dampak serius pada ekosistem laut.

“Kenaikan 1,5 derajat saja berpotensi merusak 70 persen terumbu karang, dan jika mencapai 2 derajat, kerusakan bisa mencapai 99 persen,” jelasnya.

Ia pun menutup sesi pembekalan dengan ajakan untuk membangun kolaborasi lintas generasi. “Sekarang waktunya kita bersama-sama mencegah dampak krisis iklim dan berkontribusi menjaga lingkungan di sekitar kita,” kata Eddy. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Semarang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.