Bukan Sekadar Beasiswa, Sleman Siapkan Jalan Anak Muda Kurang Mampu Masuk Dunia Kerja
Bupati Sleman Harda Kiswaya secara simbolis menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada mahasiswa magang. (FOTO: Riyadi/TIMES Indonesia)

Bukan Sekadar Beasiswa, Sleman Siapkan Jalan Anak Muda Kurang Mampu Masuk Dunia Kerja

TIMES Semarang,Rabu 26 Agustus 2026, 22:48 WIB
452
A
A Riyadi

JOGJATIMESINDONESIA, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mendorong pola baru dalam pengentasan kemiskinan dengan memperkuat hubungan antara pendidikan dan dunia kerja. Anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak hanya diarahkan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dibekali pengalaman kerja agar lebih siap membangun masa depan.

Langkah tersebut dibangun melalui kolaborasi Pemkab Sleman, BPJS Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Sinergi itu dibahas dalam kegiatan “Sinergi Sejahterakan Pekerja dan Memutus Rantai Kemiskinan di Kabupaten Sleman” di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Rabu (26/8/2026).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY Rudi Susanto mengatakan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki posisi strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Menurutnya, jaminan sosial tidak semestinya hanya dipandang sebagai perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko kerja. Jika dipadukan dengan program pendidikan, pelatihan, dan akses pekerjaan, perlindungan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu mengurangi kemiskinan.

Rudi menilai sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri perlu diperkuat secara berkelanjutan. Dunia pendidikan harus mampu membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

“Dalam keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan,” ujar Rudi.

Ia juga mendorong keterhubungan antara program BPJS Ketenagakerjaan dengan Sleman Pintar, program Pemkab Sleman yang memberikan dukungan pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa.

Menurut Rudi, penerima manfaat harus memperoleh ekosistem pendukung yang memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan sekaligus memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.

Pemkab Dorong Perusahaan Buka Kesempatan Magang

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memutus rantai kemiskinan.

Salah satu bentuk kolaborasi yang dinilai konkret adalah mendorong perusahaan memberikan kesempatan magang kepada penerima manfaat Sleman Pintar.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya kerja, meningkatkan keterampilan, sekaligus memahami kebutuhan industri sebelum mereka lulus.

Danang menjelaskan, pola pendidikan dapat dirancang dengan menggabungkan aktivitas akademik di perguruan tinggi dan pengalaman langsung di perusahaan.

Mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan pada semester awal, kemudian memperoleh kesempatan magang pada semester berikutnya. Dengan model tersebut, mahasiswa tidak hanya membawa ijazah ketika lulus, tetapi juga pengalaman yang dapat menjadi nilai tambah saat mencari pekerjaan.

“Yang penting dia harus punya pengalaman,” kata Danang.

Menurutnya, persoalan yang masih sering dihadapi lulusan perguruan tinggi adalah ketidaksesuaian antara kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan perusahaan. Tidak sedikit lulusan yang secara akademik memenuhi syarat, tetapi belum memiliki pengalaman praktis.

Karena itu, kesempatan magang dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkecil kesenjangan tersebut.

Danang pun mengajak perusahaan di Sleman dan daerah sekitarnya untuk ikut membuka ruang magang bagi penerima Sleman Pintar sesuai kompetensi dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Pemkab Sleman, kata dia, siap mendampingi perusahaan yang ingin berpartisipasi, termasuk memberikan informasi terkait mekanisme serta teknis kerja sama.

Menariknya, skema tersebut mulai menunjukkan hasil. Danang menyebut sejumlah peserta yang sebelumnya menjalani magang bahkan memperoleh kesempatan melanjutkan karier sebagai karyawan tetap.

Harda: Bantuan Pendidikan Harus Dibalas dengan Prestasi

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan, program pengentasan kemiskinan membutuhkan komitmen dan kepedulian bersama.

Menurut Harda, pemerintah tidak akan mampu mencapai hasil maksimal tanpa dukungan dunia pendidikan dan sektor usaha. Kolaborasi ketiganya menjadi kekuatan penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.

“Kita dalam hati punya semangat untuk membantu pemerintah mengurangi kemiskinan, tentu kolaborasi ini akan jadi lebih kuat,” ujar Harda.

Di sisi lain, Harda mengingatkan para penerima manfaat Sleman Pintar agar tidak berhenti pada status sebagai penerima bantuan.

Kesempatan memperoleh pendidikan, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi. Sebab, persaingan di dunia kerja saat ini semakin ketat dan membutuhkan kompetensi spesifik.

“Jangan hanya sekadar lulus. Sekarang eranya sudah berbeda. Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilamar nantinya membutuhkan persyaratan tertentu,” pesan Harda.

Karena itu, mahasiswa penerima Sleman Pintar diminta serius menjalani pendidikan agar ketika lulus memiliki bekal akademik, keterampilan, dan pengalaman yang memadai.

Iklim Investasi Juga Jadi Perhatian

Selain menyiapkan sumber daya manusia, Pemkab Sleman juga berupaya menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.

Harda menegaskan pemerintah daerah terus memperbaiki kualitas pelayanan publik, termasuk pelayanan perizinan. Perbaikan tersebut diharapkan memberikan kepastian dan kemudahan bagi dunia usaha yang ingin mengembangkan investasi di Sleman.

Dengan pendekatan tersebut, pengentasan kemiskinan tidak hanya dilakukan melalui pemberian bantuan, tetapi juga dengan membangun jalur yang menghubungkan pendidikan, keterampilan, pengalaman kerja, perlindungan pekerja, hingga kesempatan memperoleh pekerjaan.

Program Sleman Pintar pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar dukungan biaya pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian generasi muda sehingga mereka mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Pada akhirnya, kolaborasi Pemkab Sleman, BPJS Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, dan dunia usaha diharapkan mampu menciptakan siklus baru: pendidikan membuka peluang, pengalaman meningkatkan kompetensi, pekerjaan meningkatkan pendapatan, dan peningkatan kesejahteraan membantu memutus rantai kemiskinan.

Rudi Susanto kembali menekankan pentingnya menjaga sinergi tersebut agar seluruh program dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Harapan kita semuanya itu bisa berjalan dengan baik, pastinya atas kolaborasi dan sinergi dari Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A Riyadi
|
Editor:A Riyadi

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Semarang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.